Pakaian selama umroh

Sempat kepikiran selama umroh baju kotor gimana nyucinya, berapa bawa baju dari rumah supaya nyaman selama di tanah suci dan akhirnya bawa pakaian kebanyakan, banyak yg ngga kepake…

Durasi umroh rata rata 9 hari sejak pergi dari rumah sampai balik lagi, dipotong 2 hari perjalanan, alhasil cuma menyisakan 7 hari efektif selama di tanah suci. 

Udara di mekah ataupun madinah yang kering ternyata membuat badan kita ngga terlalu beraroma kayak di indonesia, percaya deh, keringat memang keluar tapi ga pernah sampe gombyos, begitu diam badan langsung kering lagi, otomatis baju/pakaian pun relatif tetep kering. 

Pake baju yang sama 2 hari berturut-turut oke oke aja tuh, oles minyak raudhah harumnya pure ga terkontaminasi bau body…. Emezing banget lah…., terus kalopun mau jalan cari oleh-oleh atau makanan ngga perlu salin pake baju trendy, di sana mah biasa orang keluar masuk toko bahkan mall gede di sekitar masjidil haram pake baju koko, mukena, bahkan sarungan dan…. Pakek sendal jepit, biasaaaaa…… santai aja men, yg penting bawa duit bawa real saudi…

Terus, jangan pulak berpikir kalo disana tuh harus pake gamis dan sorban, biasa aja pake koko dan sarung atau celana panjang, biasakan pake peci atau songkok supaya ga panas, sekali lagi supaya ngga panas waktu jalan ke masjid atau pas pulangnya. 

Orang-orang bule ntah dari mana, turki atau rusia atau ntahlah malah ada yg pake kaos polo dan celana jins, endonesia banget kan? Jadi siapin aja koko dan celana panjang yg nyaman ga usah investasi gamis kecuali untuk keperluan selfi, boleh lah….

Jadi kalo di madinah 3 hari siapin aja koko 2 lembar plus kaos dalem, kalo bisa kaos oblong biar bisa dipake tidur, kaos oblong kan ga makan tempat siapin aja 7 biji, ganti tiap shubuh. Begitu juga pas di mekah, kalo 4 hari siapin aja 2 lembar. Celana selama di madinah dan mekah cukup masing masing 1, bawa celana kain supaya ga menuhin koper, dan bawa yg warna gelap….
Untuk CD lebih baik beli yg sekali pake 35rebu dapet 7, beli 2 pak total jadi 70 rebu, kalo loundry di arab sekilo 15 real alias 60rb, belum tentu sehari kelar, jauh lagi tempatnya, jadi biasakanlah pake cd instan…. Hahahah

Nah, urusan pakaian kelar kan, baju bagus siapin buat pulang aja, biar agak keren ketika landing di soetta…

Jaket? Ga usah, ga kepake juga… di mekah panas, madinah panas, kamar hotel ada selimut di pesawat dikasih selimut juga…. 

Oh iya, siapin koko lengan panjang buat ziarah, supaya tangan ngga kepanasan kena matahari, buat kepala pake songkok atau peci, buat leher bawa sorban…. aman….

Umroh 2019

Alhamdulillah di penghujung 2019 berkesempatan mendapat rezeki mengunjungi al haramain medinah dan mekkah, medinah ditulis diawal karena memang mulainya dari kota medinah.

MEDINAH

Tiba di kota ini pas ketika adzan shubuh berkumandang, tanpa mandi dan salin hanya berbekal wudhu bergegas mengikuti aliran jamaah shubuh laksana air, semua jalan terisi manusia, padahal ini bukan musim haji, tak terbayang padatnya.

Seakan tak percaya bisa menyaksikan keindahan masjid nabawi dari dekat, indah, wangi dan sangat luas. Tempat sholat terbagi menjadi beberapa gedung masjid, entah dimana lokasi imam, yg jelas suaranya seolah olah ada di depan kita, kualitas sound systemnya sangat baik.

Sholat shubuh pertama ini harus puas di atas karpet karet yg sedianya buat orang lewat, tak apalah, ini masjid nabawi dimana pun jadilah. Tak terlalu buruk ternyata, karena posisi sholat bersebelahan dengan lokasi air zam zam, di sini zam zam disebar di beberapa lokasi sekitar jamaah di dalam masjid, disiapkan dalam drum drum plastik berwarna coklat, tiap lokasi disiapkan sekitar 5 drum zam zam dingin salah satunya tidak dingin. Alhamdulillah, puas minum air zam zam di shubuh pertama….

Shubuh di medinah saat ini pukul 5.15 adzan awal sejam sebelumnya 04.15 pelaksanaan sholat shubuh 30 menit setelah adzan atau pukul 05.45 menit, memberikan banyak kesempatan bagi jamaah untuk banyak melakukan ritual sunah atau bagi yg terlambat cukup waktu untuk bergegas…

ZIARAH KE RAUDHAH

Setelah sarapan, bersih bersih dan merapikan koper, jamaah berkumpul untuk ziarah ke raudhah, tempat di masjid nabawi yg menurut hadits nabi bila kita berdoa di situ akan dikabulkan oleh Alloh swt.

Antrian ke raudhah sangat panjang, butuh waktu sekitar 1 jam sebelum kami dapat masuk ke raudhah, di dalam pun kami hanya punya kesempatan sekitar 10 menit untuk sholat dan berdoa, askar sepertinya suka sekali mengusir jamaah…. Wajar juga sih, antrian di belakang panjang banget…., ciri khas raudhah, karpet hijau dan wangi khas raudhah…

Keluar raudhah ke kiri berjejer lokasi makam rasululullah, abu bakar dan umar, askar berjaga agar jamaah tidak melakukan hal-hal yg berlebihan di dinding makam. Jamaah berdiri dan mengucapkan salam kepada Nabi dan 2 sahabatnya, setelah itu lanjut ziarah ke makam baqi yang lokasinya bersebelahan dengan masjid nabawi. Hamparan tanah luas dan hanya ditandai dengan batu saja makam makam yg ada di baqi ini. Di sini dimakamkan 9 istri nabi dan sahabat sahabat nabi…

LOKASI DI MEDINAH

Lokasi hotel kami, raudha al aqeeq, sekitar 300 meter dari masjid nabawi. Perjalanan ke masjid dilakukan dengan jalan kaki dan membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Kami masuk dari PINTU 8, ada banyak pintu dan belum semua pintu sempat kami masuki. 

Setiap waktu sholat dilakukan di masjid karena ada hadits yg mengatakan sholat di masjid nabawi setara dengan 1.000 kali sholat di tempat lain kecuali masjidil haram 100.000 kali. Kita cukup pandai untuk melihat potensi keuntungan ini, toh waktu kita di Medinah pun sangat terbatas.

Lokasi ziarah di kota medinah adalah bukit uhud, masjid quba, masjid kiblatain dan kebun kurma.

Di depan pintu 8 terdapat pasar tradisional yg namanya BOS ALI, karena lokasinya di sebelah masjid Ali bin Abi Thalib. Segala banyak barang belanjaan khas tanah suci ada di situ, bagi jamaah disarankan belanja di pasar bos ali karena harganya lebih murah dibandingkan dengan harga di tempat lain, apalagi bila dibandingkan dengan toko di lantai dasar hotel hotel sekitar masjid, perbedaannya bisa 30 sd 50 persen, percaya deh.

Hanya punya waktu 2 hari di Medinah, jamaah harus bergerak ke Makkah untuk memulai ritual umroh. 

Secara umum Kota Medinah adalah kota yg tenang, tipikal kota pinggiran. Nyaman dan tentram serta aroma raudah seolah menyeruak di sekitar masjid nabawi…

UMROH DAN IHROM

Karena perjalanan dimulai di kota madinah maka miqot bagi penduduk madinah adalah di masjid BIR ALI. Bir artinya sumur. Dulu Ali bin Abi Thalib membuat sumur bagi para jemaah di loaksi ini, kemudian dibangunlah masjid. Jaraknya sekitar 11 km dari kota madinah. Jamaah sudah mengenakan pakaian ihram sejak di hote berangkat bakda sholat zhuhur dan  sesampainya di masjid Bir Ali jamaah berwudhu, sholat shunah ihram dan niat ihram. Sejak itu status jamaah unroh menjadi  IHROM dan berlaku ketentuan ketentuan yg bila dilanggar dapat mengakibatkan harus membayar dam.
Perjalanan ke Mekkah masih 5 jam lewat darat, waktu ini dimanfaatkan untuk beristirahat atau tidur mempersiapkan ritual umroh lainnya di masjidil haram nanti.

MAKKAH AL MUKAROMAH

Setiba di Mekkah sudah lewat waktu Isya, jamaah langsung masuk ke hotel untuk menyimpan tas, buang air dan wudhu saja, karena ritual selanjutnya yaitu thawaf dan sa’i akan memakan waktu yg lama, sehingga harus segera dilakukan sebelum tengah malam agar ada cukup waktu untuk istirahat.

Lokasi hotel ada di jabal omar, hilton convention centre, relatif dekat dan ada shuttles bus ke masjidil haram.

Kami tiba di pelataran masjidil haram sekitar jam 9 malam. Memandang masjidil haram pertama kali merupakan pengalaman yang tidak bisa diungkapkan, megah besar dan sakral. Akhirnya pemandangan yang biasanga hanya bisa dilihat via media dapat disaksikan secara langsung….

Masjidil haram dikelilingi gedung gedung pencakar langit, hotel hotel raksasa dan pusat perbelanjaan…

Kami masuk dari pintu 68, 69 dan 70, pintu pintu itu berdekatan satu sama lain…

THAWAF

Ritual umrah selanjutnya adalah thawaf, mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali.

Dari pintu 68 kami masuk belok kiri, belok kanan dan sampailah kami di gate KING FAHAD, kiri dan turun ke pelataran sekitar Ka’bah.

Memandang ka’bah pertama kali menyisakan rasa haru dan kagum, inilah kubus hitam yg dituju oleh milyaran umat islam di seluruh dunia dalam sholatnya. Belum habis rasa kagum dan terpukau kami sudah harus memulai ritual thawaf, bergerak berlawanan arah jarum jam dimulai dari posisi HAJAR ASWAD kami bergerak mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali. 

Sederhana saja sebenarnya tapi bersama kami ada ribuan orang melakukan hal yang sama dan semua memilih untuk berkeliling disisi yg dekat ka’bah supaya jarak tempuhnya tidak terlalu jauh…

Terlihat disekitar hajar aswad dan hijr ismail, manusia berdesakan berebut ingin mencium hajar aswad dan sholat di hijr ismail tak hanya berdesakan bahkan ada beberapa yg harus berdarah darah dalam arti sesungguhnya ketika berjuang mendekati hajar aswad…..

Kami tetap thawaf, menyelesaikan 7 putaran dan setelah itu kami melaksanakan sholat sunah thawaf, waktu yang digunakan sekitar 50 menit.

Duduk bakda sholat memandang khidmat keagungan ka’bah merupakan pengalaman yg sangat indah dan aroma khas, menyeruak memenuhi udara sekitar kami, katanya ini adalah parfum dari kiswah atau kain hitam penutup ka’bah…

SA’I

Setelah thawaf kami bergerak ke area sa’i. Bukit Saffa dan Bukit Marwa sudah dihubungkan dengan track yg nyaman 2 jalur di kiri dan kanan searah untuk saffa dan marwa di tengah ada jalur khusus bagi pengendara kursi roda.

7 perjalana saffa dan marwa diselesaikan dalam waktu sekitar 1 jam, nyaman dan dingin karena hawa AC yg menyebar merata di lokasi ini. 

Setelah sa’i selesai ritula umroh diakhiri dengan TAHALUL atau memotong sebagian rambut minimal 3 helai dan lebih afdol jika dicukur gundul.

Setelah tahalul maka kondisi ihrom para jamaah telah selesai, selanjutnya sholat sunah 2 rakaat bakda umroh…..

Secara syari’at selesailah ibadah umroh namun keutamaan dan pahala pahala amaliah sunah menanti di depan mata. Ini adalah masjidil haram, hadits nabi mengatakan sholat di masjidil haram setara dengan sholat 100.000 kali di masjid lain kecuali masjid nabawi.

Tapi kondisi letih memaksa saya untuk kembali ke hotel untuk istirahat dulu malam ini, besok adalah shubuh pertama di kota mekkah….

SHUBUH

Sama seperti Masjid Nabawi, di Masjidil Haram adzan juga dilakukan 2 kali, 1 jam sebelum waktu shubuh dan adzan saat masuk waktu, namun sholat shubuh dilakukan tak lama setelah adzan atau sekitar 15 menit.

Jamaah masjidil haram jauh lebih banyak dari masjid nabawi. Manusianya sangat beragam, semua bangsa ada disini. Namun 1  yang pasti, banyak sekali jamaah umroh asal indonesia. Peci hitam dan sarung menjadi ciri khas jamaah endonesia. Saking banyaknya jamaah endonesia di tanah suci petugas di arab saudi fasih melafalkan beberapa kosakata endonesia bahkan pedagang sepertinya hapal betul kata kata yg berkaitan dg transaksi, mari, murah murah dan bagus…..

Bersiaplah 1 jam sebelum waktu sholat karena kalo mepet akses kita ke masjid akan terbatas, banyak pintu yg ditutup kita akan diarahkan ke lantai bagian atas. Kecuali memang kita berniat sholat di teras luar masjid, rasanya sayang aja….

ZHUHUR DAN ASHAR

Zuhur dan ashar hampir sama, datang lebih awal untuk mencari tempat yang nyaman, yg jelas kalo mau di pelataran ka’bah datanglah minimal 1 jam sebelum adzan, kalo ga sempat cukuplah di area dalam masjid yang ada karpetnya dan ac nya dingin, sholatpun khusuk dan nyaman.

Drum zam zam terlihat di banyak sisi di masjidil haram, petugas air zam zam sangat sigap dan jumlah mereka sangat banyak memastikan kecukupan air zam zam bagi jamaah….

MAGHRIB DAN ISYA

Dari pada telat lebih baik menunggu isya di masjid aja, dijamin ngga keburu kalo harus balik dulu. Lagian di hotel mau ngapain? Makan ntar aja abis isya, restoran hotel buka sampe jam 21 kok…..

Abis magrib selonjoran lanjut sholat sunah dan baca qur’an lumayan buat nambah pahala. Kalo bosan bisa jalan ke sisi depan ka’bah memandang ka’bah dan melihat orang thawaf, bakda maghrib jamaah tawaf sangat padat, mungkin suasana  udah adem jadi orang memilih thawaf saat matahari mulai jinak…

Bakda isya banyak waktu luang untuk melihat sekitaran masjidil haram, tapi ditulis di page yang lain aja biar ngga kepanjangan….

Pulang Kerja

Moda utama pergi pulang kerja adalah bus jemputan. Ketika tuntutan pekerjaan membuat harus pulang lama setelah jam pulang kantor, maka pilihan moda harus ditetapkan secara seksama. Efisiensi biaya dan durasi perjalanan membutuhkan extra pertimbangan.

Seperti malam kemaren, pilihan naik KRL harus dicoret karena pekerjaan belum selesai sampai adzan isya berkumandang. Tak elok rasanya kita beranjak sementara kawan-kawan ramai menyemarakkan isya berjamaah di masjid, pilihan sholat isya dulu lebih barokah dan setidaknya tidak menyisakan rasa bersalah, memisahkan diri dari jamaah.

Pukul 20.30 diputuskan untuk pulang, demi efisiensi naik transjakarta jadi pilihan. Gocar? Biarlah, pilihan ini untuk saat dimana tak ada pilihan lain, saat ini naik bis masih menyenangkan.

Halte yang dipilih adalah mambo, lebih dekat dan mengurangi terpaan angin malam jika harus naik dari halte permai, toh jalanan sepi juga. Pilihan halte permai sebetulnya untuk mensiasati macetnya arus lalu lintas dari mambo sampai ke depan permai. Selebihnya sih, sama saja…

Agak lama juga nunggu bis transjakarta kali ini. Banyak sih yang lewat tapi tanpa melayani penumpang, maklum sudah beranjak malam juga, sabar aja, emang bisa apa sih, kesel? Mukul halte? Ditangkap satpam pulak…..

Ga sampe 20 menit, bis jurusan kampung rambutan datang. Engga banyak penumpang yang ikut, banyak bangku kosong jadi bisa milih. Akhirnya ambil bangku sebelah pintu, biar bisa cepet turun…

Eh, lupa pas di halte ketemu mang ujang, tukang semir legendaris di kantor. Kirain dia pulang ke Bogor, ternyata dia pulang ke Rawasari, ntah siapanya di sana mungkin saudaranya atau….. sudahlah

Kami duduk bersebelahan, Mang Ujang masih mengingat banyak detil pertemuan kami sebelumnya, saya memang beberapa kali bertugas di kantor yg sekarang diselingi mutasi ke beberapa tempat. Kagum juga dengan memori yg dimiliki Mang Ujang, mungkin itulah kelebihannya disamping kekurangan kekurangan lainnya. Obrolan terhenti saya harus turun di halte cempaka mas dua. Butuh 20 menit perjalanan untuk sampai di sini.

Perpindahan antar halte di halte cempaka mas dua membutuhkan extra effor, jalur priok cawang utara selatan beririsan dengan jalur pulogadung harmoni timur barat, menyusuri koridor jembatan penyeberangan yang panjang dan berliku naik turun, bagus untuk mereka yang membutuhkan pergerakan fisik untuk menurunkan berat badan, cocoklah…

Jalur pulo gadung harmoni termasuk jalur yg frekwensinya banyak, tak pakai lama bus pun tiba dan karena menjelang malam bangku penumpang banyak yg kosong. 

Biasanya lokasi turun di halte pecenongan, agak jauh ke utara menjelang belokan ke halte harmoni, namun malam itu tergerak untuk turun di halte gambir 2, penasaran aja, sepertinya posisi gambir lebih dekat ke tanah abang, karena sebelumnya pernah juga naek gojek dari tanah abang ke gambir dan kayaknya deket… sampai gambir waktu masih pukul 21.20.

Order gojek dari kerumunan ojek online memang mantap, aplikasi ini menangkap driver ga pake muter muter langsung konek dan lokasi si driver memang di deket situ juga, alhasil perjalanan via gojek membuat harapan bisa pulang lebih cepat makin membesar.

Ternyata benar, dari gambir cukup muterin monas, muter lagi ke belakang BI lanjut ke jalan tanah abang 5 udah sampai di cideng, muter balik masuk bareskrim sampailah di stasiun tanah abang, 8 menit sebelum pukul 21.45 jadwal KRL ke rangkas bitung.

Ketika semua berjalan lancar hanya ucapan syukur yang layak dipanjatkan, alhamdulillahi robbil ‘alamin
 

Stasiun Lebak Bulus

Disinilah perjalanan MRT berawal atau berakhir, tergantung dari sisi mana melihatnya, yang jelas depo MRT ada di sini di Stasiun Lebak Bulus Grab.

Perjalanan singkat tanpa hambatan sejak Stasiun Bundaran HI yang hanya memakan waktu 30 menit akan menjadi tak bermakna manakala setibanya di stasiun ini kita salah turun.

Ada 3 pilihan jalan keluar dari stasiun. Ke arah timur ada POINS dan pemadam kebakaran dan ke arah barat ada halte transjakarta arah ciputat.

Bila kita akan menggunakan moda ojek online, maka pastikan kita turun ke arah timur sisi pemadam kebakaran yg ada si sisi utara stasiun, karena di sisi selatan hanya bisa dilalui mobil (angkot dan bis), motor akan kena tilang kalo lewat sini.

Kalo mau naik angkot, atau bis atau taxi online atau taxi konvensional bebas merdeka karena semua jalur bisa dilalui mobil. 

Semua kendaraan di stasiun lebak bulus mengarah ke barat (liat gambar).

Bagi yang ingin ke bintaro pilihannya akan sulit. Kalo naik bis, angkot atau taxi maka akan kena macet di ciputat atau di deplu. Kalo mau naek transjakarta bisa juga ikut muter dulu ke kebayoran lama, balik arah lagi naek jurusan lebak bulus harmoni, tapi tak ada jaminan lancar untuk sampe ke kebayoran. Pilihan rasional hanya gojek walo kena macet di deplu masih bisa melipir melipir sampe bintaro.

Jadi masih ada PR bagi stasiun lebak bulus untuk menyelesaikan moda angkutan lanjutan bagi penumpangnya. Jangan sampai kenyamanan penumpang MRT berubah kebutekan (?) ketika turun mencari angkutan pulang ke rumah

Lebak Bulus

Nama daerah di selatan jakarta, dulu ada terminal bis dan stadion sepak bolanya sekarang dua duanya udah raib digusur stasiun MRT. 

Turun dari MRT serasa berada di ujung peradaban,  perjalanan MRT yg tepat waktu, nyaman, dingin dan wangi seolah sirna ketika menyadari, naik moda apa dari lebak bulus ke bintaro???

Pernah sekali gojek, turun di depan poins nunggu driver, terus drivernya nelpon nanya posisi, padahal udah dibilang di depan poins, setelah yakin kita di depan poins disuruhnya kita pindah posisi ke depan pemadam kebakaran, eh busyet gur kagak tau dimana kantornya…. tolah toleh keliatan lah kantor merah merah di sebarang jalan. Terus nelpon lagi ke driver gojek kenapa mesti harus ke sono yg dijawabnya kalo di depan poins sepeda motor kagak boleh masuk, coba bapak liat katanya, ada ga motor lewat….gue perhatiin sih, emang ga ada satupun motor lewat 

Jalan di sebelah stasiun MRT lebak bulus emang dibagi jadi 3 lajur, dibatesin sama pagar besi dari ujung ke ujung, satu satunya jalan buat ke seberang ya nasuk lagi ke stasiun MRT terus turun di tangga yg ke arah sebrang…..apa boleh buat, diturutin deh maunya si bapak gojek….

Perjalanan gojek lewat fedex, deplu, organon, kesehatan terus sampai ke rumah, sekitar 20 menit lah, tarip 20 rebu pake gopay.

Suatu kali dari stasiun lebak bulus naik transjakarta jurusan ciputat. Bisnya agak jarang dan perjalanan menembus jalur legendari lebak bulus, pasar jumat dan ciputat…. De javu…. Macet cet cet.

Begitu turun di kampung utan muncul masalah baru, zonder jembatan penyeberangan dan kendaraan kayak balapan ga mau ngalah sama yg nyebrang. Alhasil bagi yg nyali ayam agak lama juga nunggu kesempatan nyebrang. Dari mulut jalan wr supratman naek opang ke stasiun pondok ranji, taripnya 15 rebu…. Total dari lebak bulus ke rumah sekitar sejam…

Rencananya, nanti kalo kebetulan ke stasiun LB lagi mau nyoba naek transjakarta jurusan lebak bulus harmoni turun di kebayoran lama jalan ke stasiun KRL, entah berapa lama di jalannya yg pasti sih bis transjakarat lebak.bulus ke harmoni lebih banyak dan dari stasiun kebayoran lama ke stasiun pondok ranji cuma 7 menit, mudah2an sesuai harapan…. Habis udah ga ada harapan kalo terdampar di lebak bulus…

MRT

Pulang pertemuan di kawasan mega kuningan, agak bingung mau balik ke rumah. Naik KRL atau MRT, kalo transjakrta pasti coret lah, kebayang macetnya jalan raya ke selatan, akhirnya nyobain MRT sekalian ngukur waktu dan biaya.

Pesen gojek tujuan stasiun paling deket, jatohnya stasiun benhil. Aplikasi gojek nyuruh muter ke semanggi, ga kira kira banget kesian drivernya, pas drivernya nyampe dia bilang ga usah muter, drop aja di depan benhil deket gedung sampurna, ngapain ngambil halte yg sebrang, iya juga kayaknya tadi salah ngetap lokasi halte aja.

Singkat cerita, ga usah juga diceritain beli emoney mahal tema lion king, nyari yg generik dia kagak jual, ga papalah 70rb kartu emoney isi 30rb daripada susah nyari lagi, masuklah ke stasiun benhil. Ga pake lama kereta ke lebak bulus datang, cuma 20 menit udah nyampe di lebak bulus, paten banget pokoknya mah.

Cuman dari lebak bulus ke rumah ini agak ribet, pilihan paling cepet cuma gojek 20 rebu waktu tempuh 20 menit, semenit serebu ongkosnya… pas banget ngepasinnya. Apa boleh buat dari pada cengok kena macet di angkot belum ngetemnya lagi, singkat cerita sampelah di rumah sebelum maghrib.

Andai ada irisan MRT dan KRL kayaknya lebih nyaman lagi perjalanan ini, tapi sementara segini juga cukup….

Blok M ke Bintaro

Menyelesaikan tugas di sekitaran Blok M menyisakan sedikit kebingungan mau naik apa nanti pulang?

Liat Gmap dan menerawang betapa jauh terbentang jarak ke kampung halaman nun di selatan… Bintaro men…

Teringat akan sate rspp, suatu siang naik transjakarta sebrang rumah sakit pertamina, walo sempat ragu apakah kondisi siang akan sama dg saat ini, ketika berlaksa manusia beranjak pulang dari tempat bekerja

Naik gojek jadi andalan setelah bulat diputuskan untuk naik transjakarta saja, perjalanan melewati stasiun MRT blok M. Sempat tertegun sejenak, haruskah ganti moda naik MRT saja, 15 menit ke lebak bulus, jam 17.15 lebak bulus lanjut gojek 15 menit ke rumah, jam 17.30 sudah nyaman di teras risna, tapi bukankah naik transjakarta juga bisa jadi lebih murah, bukankah nanti bisa ketemu siapa lalu apa dan gimana, singkat cerita lajulah gojek ke depan rumah sakit pertamina

Jam 17.15 baru naik bis melaju tersendat sepanjang jalur metromini 73, melewati kerumunan demi kerumunan mobil yg beranjak perlahan searah dg perjalanan kami.

Tak lancar memang, sesuai perkiraan, tapi ketika putusan sudah diambil maka apapun resikonya telan saja… Konsekuensi nya begitu….

Jam 18.15 baru sampe simpang deplu di jalan veteran rempoa, sambung lagi dengan gojek ke rumah, yg akhirnya sampai dalam tempo 15 menit. Ah seandainya naik MRT tentu cerita jadi lain… atau mungkin jadi juga cerita baru